tugas 1, enfanriandi

26 Apr
  1. Kalimat yang mengandung subject, verb, complement dan modifier :
  • Subjek adalah bagian dari kalimat dalam kaliamt aktif, Subjek adalah orang atau benda yang melakukan tindakan, dan subjek biasanya mendahului kata kerja.
  • Verb adalah Predikat mengikuti subjek, pada umumnya menunjukkan suatu tindakan.
  • Complement adalah Sebuah kata pelengkap melengkapi kata kerja. Hal ini mirip dengan subjek karena biasanya berupa kata benda, Namun, kata pelengkap pada umumnya mengikuti verba dalam kalimat aktif.
  • Modifier adalah Kata keterangan menerangkan  waktu, tempat atau cara tindakan.

Example :

  • Sari and Anto ate a burger last night. (Sari dan Anto makan burger tadi malam)

Keterangan :

Sari and Anto = Subjek, Ate= Verb, Burger = Complement, Last night = Modifier.

  • Yoga Should have bought gasoline yesterday (Yoga Harus membeli bensin kemarin ).

Keterangan :

Yoga = Subjek, Should have bought = Verb, Gasoline = Complement, Yesterday = Modifier

  • We studied grammar last week ( Kami mempelajaritata bahasapekan lalu )

Keterangan :

We = Subjek, Studied = Verb, Grammar = Complement, Last week = Modifier

  1. Kalimat tenses, present, future dan past
  • Present Tense
  • Simple Present Tense ( Tenses ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang tetap, kebiasaan atau kebenaran esensial yang terjadi dimasa sekarang ).

RUMUS
(+) Subject (S) (I, You, They, We ) + Verb 1

Subject (S) (He, She, It) + Verb 1 (s/es)

(-) Subject (S)  (I, You, They, We ) + do + not + Verb 1

Subject (S) (He, She, It) + Does + not + Verb 1

(?) Do + Subject (S) (I, You, They, We ) + Verb 1?

Does + Subject (S) (He, She, It) + Verb 1?

Contoh:
(+) He studies English everynight.

(-)  He does not study English everynight.

(?) Does he study English everynight?

  • Present Continous Tense (Tenses ini digunakan untuk menyatakan suatu tindakan yang benar-benar sedang dilakukan saat ini atau sedang berlangsung)

RUMUS
(+) Subject (S) (I, You, They, We ) + to be (am/are) + Verb 1-ing

Subject (S) (He, She, It) + to be (is) + Verb 1-ing

(-)  Subject (S)  (I, You, They, We ) + to be (am/are) + not + Verb 1-ing

Subject (S) (He, She, It) + to be (is) + not + Verb 1-ing

(?) To be (am/are) + Subject (S) (I, You, They, We ) + Verb 1-ing

To be (is) + Subject (S) (He, She, It) + Verb 1-ing ?
Contoh:
(+) She is eating a cake

(-)  She is not eating a cake

(?) Is she eating a cake?

  • Present Perfect Continuous Tense (digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu yang dimulai di masa lalu dan terus dilakukan sampai sekarang)

RUMUS
(+) Subject (S)  (I, You, They, We ) + have + been + Verb-ing

Subject (S)  (He, She, It) + has + been + Verb-ing

(-)  Subject (S)  (I, You, They, We ) + have + not + been + Verb-ing

Subject (S)  (He, She, It) + has + not + been + Verb-ing

(?)  Have + Subject (S) (I, You, They, We ) + been + Verb-ing?Has + Subject (S) (He, She, It) + been + Verb-ing?

Contoh:
(+) Sean have been sleeping for 3 hours

(-)  Sean have not been sleeping for 3 hours

(?) Have Sean been sleeping for 3 hours?

Ø  PAST TENSE

·        Simple Past digunakan untuk menyatan fakta atau kejadian yang terjadi di masa lampau. Masa lampau bisa berarti 5 menit yang lalu, sejam yang lalu, sehari yang lalu, dst. Kata kerja yang digunakan adalah kata kerja bentuk kedua, bisa berupa regular verbs atau irregular verbs.

RUMUS
(+) Subject (S)    (I, You, They, We, He, She, It ) + Verb 2

(-)  Subject (S)    (I, You, They, We, He, She, It )  + did + not + Verb 1

(?)  Did + Subject (S) (I, You, They, We, He, She, It ) + Verb 1?

Contoh:
(+) They played basketball lastnight.

(-) They did not play basketball lastnight.

(?) Did they play basketball lastnight?

  • Past Continuous Tense digunakan untuk menyatakan ketika kita berada di tengah-tengah kejadian atau melakukan sesuatu pada saat tertentu di masa lalu.

RUMUS
(+) Subject (S)   (You, They, We ) + to be (were) + Verb 1-ing

Subject (S)    (I, He, She, It) + to be (was) + Verb 1-ing

(-) Subject (S)    (You, They, We ) + to be (were) + not + Verb 1-ing

Subject (S)    (I, He, She, It) + to be (was) + not + Verb 1-ing

(?) To be (were) + Subject (S) (You, They, We ) + Verb 1-ing ?

To be (was) + Subject (S) (I,He, She, It) + Verb 1-ing ?

Contoh:

(+) Chef Billy was cooking a fried rice.

(-) Chef Billy was not cooking a fried rice.

(?) Was Chef Billy cooking a f ried rice?

  • Past Perfect menyatakan ide bahwa sesuatu yang terjadi sebelum tindakan lain di masa lalu terjadi . Hal ini juga dapat menunjukkan bahwa sesuatu terjadi sebelum waktu tertentu di masa lalu.

RUMUS
(+) Subject (S)    (I, You, They, We, He, She, It)+ had + Verb 3

(-)  Subject (S)    (I, You, They, We, He, She, It) + had + not + Verb 3

(?) Had + Subject (S) (I, You, They, We, He, She, It) + Verb 3?

Contoh:

(+) We had arrived at the school.
(-) We had not arrived at the school

(?) Had we arrived at the school?

  • Present Perfect Continuous Tense digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu yang dimulai di masa lalu dan terus sampai waktu lain di masa lalu.

RUMUS
(+) Subject (S) (I, You, They, We, He, She, It) + had + been + Verb-ing

(-) Subject (S) (I, You, They, We, He, She, It) + had + not + been + Verb-ing

(?) Had + Subject (S) (I, You, They, We, He, She, It) + been + Verb-ing?

Contoh:

(+) Lea and Bob had been working together since 1990.

(-) Lea and Bob had not been working together since 1990.

(?) Had Lea and Bob been working together since 1990?

  • Future Tense (Waktu yang Akan Datang)
  • Simple Future Tense digunakan untuk menyatakan perbuatan yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Rumus :

(+) S + Will/Shall + V1 + O + ANA

(-) S + Will/Shall + not + V1 + O + ANA

(?) Will/Shall + S + V1 + O + ANA

(+) I will make a cake tomorrow.

(-) I will not make a cake tomorrow.

(?) Will you make a cake tomorrow?

  • Future Continuous Tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa yang akan sedang berlangsung atau akan sedang dilakukan di waktu tertentu di masa yang akan datang.

Rumus :

(+) S + will/shall + be + V-ing + O

(-) S + will/shall + not + be + V-ing + O

(?) Will/Shall + S + be + V-ing + O?

(+) I will be studying grammar speaking at 08.00 am in ELFAST.

(-) I will not be studying grammar speaking at 08.00 am in ELFAST.

(?) Will you be studying grammar speaking at 08.00 am in ELFAST?

  • Future Perfect Tense tenses yang digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa yang akan telah terjadi atau akan telah selesai dilakukan diwaktu tertentu di masa yang akan datang.

Rumus :

(+) S + Will/Shall + Have + V3 + O + ANA

(-) S + will/shall + not + have + V3 + O + ANA

(?) Will/Shall + S + have + V3 + O + ANA

(+) We shall have arrived in School at 10.00 o’clock.

(-) We shall not have arrived in School at 10.00 o’clock.

(?) Shall we have arrived in School at 10.00 o’clock

  • Future Perfect Continuous Tense adalah tenses yang digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa yang akan telah sedang berlangsung di waktu yang akan datang dimasa lampau.

Rumus :

(+) S + Will/Shall + Have + Been + V-ing + O + ANA

(-) S + will/shall + not + have + been + V-ing + O + ANA

(?) Will/Shall + S + have + been + V-ing + O + ANA ?

(+) She will have been studying for a while when you come here.

(-) She will not have been studying for a while when you come here.

(?) Will she have been studying for a while when you come here?

  • Past Future (Akan datang di waktu lampau)
  • Simple Past Future Tense digunakan untuk menyatakan suatu peristiwa yang terjadi atau dilakukan secara berulang-ulang atau sudah menjadi kebiasaan di masa lampau, penggunaan kata “would” dalam kalimat biasanya menunjukkan bahwa pembicara ingin sesuatu itu terjadi di masa depan, yang mungkin atau tidak mungkin menjadi kenyataan.

Rumus :

(+) S + Would/Should + V1 + O + ANA

(-) S + Would/Should + Not + V1 + O + ANA

(?) Would/Should + S + V1 + O + ANA

(+) They will go home soon.

(-) They will not go home soon.

(?) Would they go home soon?

Rumus :

(+) S + Would/Should + Be + V-ing + O + ANA

(-) S + Would/Should + Not + Be + V-ing + O + ANA

(?) Would/Should + S + Be + V-ing + O + ANA

(+) My mother would be cooking vegetables at this hour yesterday morning.

(-) My mother would not be cooking vegetables at this hour yesterday morning.

(?) Would my mother be cooking vegetables at this hour yesterday morning?

  • Past Future Perfect Tense digunakan untuk menyatakan suatu perbuatan atau peristiwa yang akan sudah selesai pada waktu lampau atau menyatakan   pengandaian yang tidak mungkin terjadi karena syaratnya sudah pasti tidak akan terpenuhi.

Rumus :

(+) S + Would/Should + Have + V3 + O + ANA

(-) S + Would/Should+ Not + Have + V3 + O + ANA

(?) Would/Should + S + Have + V3 + O + ANA

(+) She would have come here if she had called him.

(-) She wouldn’t have come here if she had not called him.

(?) would she have come here if she had called him ?

Rumus :

(+) S + Would/Should + Have + Been + V-ing + O + ANA

(-) S + Would/Should + Not + Have + Been + V-ing + O + ANA

(?) Would/Should + S + Have + Been + V-ing + O + ANA

(+) My boyfriend would have been giving flower at this hour yesterday morning.

(-) My boyfriend would not have been giving flower at this hour yesterday morning.

(?) Would your boyfriend have been giving flower at this hour yesterday morning?

  1. Subject and verb agreement
  • Hal yang penting dikarenakan berhubungan dengan penyusunan sebuah kalimat dan pengungkapan. Dua atau lebih subjek yang dihubungkan oleh “and” berarti berbentuk plural. Kecuali untuk subjek “every” dan “each.” Jika terdapat kalimat yang subject-nya memakai Each / Every, maka verb yang digunakan adalah verb singular.
  • either” dan “neither” memiliki fungsi yang sama seperti kata “too” dan “so” pada klausa kedua (second clause) dalam kalimat positif (affirmative sentence/ agreement). Kata “Either”dan “neither” ini digunakan untuk mengindikasikan kalimat negative (negative sentence/ agreement). Aturan yang sama juga berlaku untuk penggunaan “to be”, “auxiliary verb” (kata kerja bantu), dan “verb” (kata kerja).

Either

  1. I didn’t go to the mosque yesterday, and Ali didn’t either.
  2. We can’t study in the library, and he can’t either
  3. You didn’t pay the taxes, and they didn’t either

Neither

  1. I didn’t go to the mosque yesterday, and neither did Ali
  2. He doesn’t know the answer, and neither does she.
  3. He manager isn’t too happy with the project, and neither is his assistant.
  • Gerund adalah kata kerja (Verb) yang digunakan tetapi fungsinya berubah sebagai kata benda (Noun). atau dapat juga dikatakan bahwa gerund adalah kata kerja yang dibendakan (Verbal Noun). Bentuk dari Gerund adalah: VERB 1 + ING
  1. Swimming is good service.
  2. Studying needs time and patience.
  3. My favorite activity is reading.

tugas 2, Enfanriandi

26 Apr
  1. Modal Auxiliary Verb

Modal Auxiliary verb adalah kata yang ditempatkan sebelum main verb (kata kerja utama) untuk memodifikasi makna dari kata kerja utama tersebut. Fungsinya untuk mengekspresikan willingness (kemauan) atau ability (kemampuan), necessity (kebutuhan), dan possibility (kemungkinan).

What is Modal Auxiliary Verb?

verbs include can, Could, may, Might, will, Would, Marshall (typically in British English), Shall, Should, must, and ought to so-called ‘capital of the auxiliary verb’ (auxiliary verb of capital). They are used before the infinitive or any other verb, and adding a specific meaning. Need, dare, and Had better sometimes also be used as auxiliary verb capital.

I

you (singular)

he

we

you (plural)

=> they can write well.

There is also a separate section on the Modal Auxiliaries, which divides these verbs into their various meanings of necessity, advice, ability, expectation, permission, possibility, etc., and provides sample sentences in various tenses. See the section on Conditional Verb Forms for help with the modal auxiliary would. The shades of meaning among modal auxiliaries are multifarious and complex. Most English-as-a-Second-Language textbooks will contain at least one chapter on their usage. For more advanced students, A University Grammar of English, by Randolph Quirk and Sidney Greenbaum, contains an excellent, extensive analysis of modal auxiliaries.

The analysis of Modal Auxiliaries is based on a similar analysis in The Scott, Foresman Handbook for Writers by Maxine Hairston and John J. Ruszkiewicz. 4th ed. HarperCollins: New York. 1996. The description of helping verbs on this page is based on The Little, Brown Handbook by H. Ramsay Fowler and Jane E. Aaron, & Kay Limburg. 6th ed. HarperCollins: New York. 1995. By permission of Addison-Wesley Educational Publishers Inc. Examples in all cases are our own.

Uses of Can and Could

PATTERN OF CAPITAL Auxiliaries:

* (?) CAPITAL + S + V1

Can she do the test?

Will we go to the supermarket?

* (+) S + CAPITAL + V1

She can do the test.

We will from go to the supermarket

* (-) S + CAPITAL NOT + V1

She can not do the test.

We will from not go to the supermarket.

* (?) CAPITAL + S + V1

Can she do the test?

Will we go to the supermarket?

The modal auxiliary can is used :

  1. Expressing an ATP (Reveals Capabilities)

Ex: I can do the test.

  1. Expressing a Possibility (Reveal Possible)

Ex: He cans be in the class now.

  1. Expressing a Permission (Reveal permission)

Ex: You can leave me no.

American automobile makers can make better cars if they think there’s a profit in it.

  1. To express ability (in the sense of being able to do something or knowing how to do something):

Ex : He can speak Spanish but he can’t write it very well.

  1. To expression permission (in the sense of being allowed or permitted to do something):

Ex : Can I talk to my friends in the library waiting room? (Note that can is less formal than may. Also, some writers will object to the use of can in this context.)

The modal auxiliary could is used

  • to express an ability in the past:

I could always beat you at tennis when we were kids.

  • to express past or future permission:

Could I bury my cat in your back yard?

  • to express present possibility:

We could always spend the afternoon just sitting around talking.

  • to express possibility or ability in contingent circumstances:

If he studied harder, he could pass this course.

  • In expressing ability,

Can and could frequently also imply willingness:

Can you help me with my homework?

Can versus May

Whether the auxiliary verb can can be used to express permission or not — “Can I leave the room now?” [“I don’t know if you can, but you may.”] — depends on the level of formality of your text or situation. As Theodore Bernstein puts it in The Careful Writer, “a writer who is attentive to the proprieties will preserve the traditional distinction: can for ability or power to do something, may for permission to do it.

The question is at what level can you safely ignore the “proprieties.” Merriam-Webster’s Dictionary, tenth edition, says the battle is over and can can be used in virtually any situation to express or ask for permission. Most authorities, however, recommend a stricter adherence to the distinction, at least in formal situations.

Authority: The Careful Writer by Theodore Bernstein. The Free Press: New York. 1998. p. 87.

Must

  1. Expressing a necessity (Reveal mandatory)

Ex: You must do everything I say.

  1. Expressing a Prohibition (ban Reveal)

Ex: You must not break the school rules.

  1. Expressing a certainty (certainty Mengukapkan)

Ex: John must be upset. He failed in the final test.

Uses of May and Might

Two of the more troublesome modal auxiliaries are may and might. When used in the context of granting or seeking permission, might is the past tense of may. Might is considerably more tentative than may.

  • May I leave class early?
  • If I’ve finished all my work and I’m really quiet, might I leave early?

And the context of expressing possibility, may and might are interchangeable present and future forms and might + have + past participle is the past form:

  • She might be my advisor next semester.
  • She may be my advisor next semester.
  • She might have advised me not to take biology.

Avoid confusing the sense of possibility in may with the implication of might, that a hypothetical situation has not in fact occurred. For instance, let’s say there’s been a helicopter crash at the airport. In his initial report, before all the facts are gathered, a newscaster could say that the pilot “may have been injured.” After we discover that the pilot is in fact all right, the newscaster can now say that the pilot “might have been injured” because it is a hypothetical situation that has not occurred. Another example: a body had been identified after much work by a detective. It was reported that “without this painstaking work, the body may have remained unidentified.” Since the body was, in fact, identified, might is clearly called for.

Should

  1. Expressing the advisability (Reveal advice)
  2. Example: We Should do something now.
  3. b. Expressing a certainty Future (Mengukapkan certainty in the future)
  4. Example: They Should Be there tomorrow.

Uses of Will and Would

In certain contexts, will and would are virtually interchangeable, but there are differences. Notice that the contracted form ‘ll is very frequently used for will.

  1. Expressing a certainty (certainty Reveal)

Example: We will of come to her party. I promise.

I’ll wash the dishes if you dry.

  1. Expressing a Willingness (Expresses Desire)

Example: There’s a knock on the door. I will from open it.

  1. Expressing a request (Reveal request)

Example: Will you help me?

We’re going to the movies. Will you join us?

  1. It can also express intention (especially in the first person):

I’ll do my exercises later on.

  1. and prediction:

specific: The meeting will be over soon.

timeless: Humidity will ruin my hairdo.

habitual: The river will overflow its banks every spring.

  1. Would can also be used to express willingness:

Would you please take off your hat?

  1. It can also express insistence (rather rare, and with a strong stress on the word “would”):

Now you’ve ruined everything. You would act that way.

  1. and characteristic activity:

customary: After work, he would walk to his home in West Hartford.

typical (casual): She would cause the whole family to be late, every time.

  1. In a main clause, would can express a hypothetical meaning:

My cocker spaniel would weigh a ton if I let her eat what she wants.

  1. Finally, would can express a sense of probability:

I hear a whistle. That would be the five o’clock train.

Uses of Used to

The auxiliary verb construction used to is used to express an action that took place in the past, perhaps customarily, but now that action no longer customarily takes place:

  • We used to take long vacation trips with the whole family.

The spelling of this verb is a problem for some people because the “-ed” ending quite naturally disappears in speaking: “We yoostoo take long trips.” But it ought not to disappear in writing. There are exceptions, though. When the auxiliary is combined with another auxiliary, did, the past tense is carried by the new auxiliary and the “-ed” ending is dropped.

This will often happen in the interrogative:

  • Didn’t you use to go jogging every morning before breakfast?
  • It didn’t use to be that way.

Used to can also be used to convey the sense of being accustomed to or familiar with something:

  • The tire factory down the road really stinks, but we’re used to it by now.
  • I like these old sneakers; I’m used to them.

Used to is best reserved for colloquial usage; it has no place in formal or academic text.

http://niwayanw.blogspot.co.id/2011/01/modal-auxiliaries.html

  1. Relative clause

Relative clause merupakan klausa dependen yang berfungsi menerangkan kata benda sehingga didapat informasi yang jelas mengenai benda tersebut. Untuk menghubungkan antar klausa digunakan kata penghubung seperti, that, which, who, whom, dan whose.

Berikut adalah contoh kalimat relative clause.

The woman who wears the red dress is my aunt

This is the bicycle that my father bought me yesterday

The man whom we met is my father’s friend

The family whose house is in front of the our house is our relatives

These are the cookies which my mothe gives us.

Penggunaan Relative Clause (That, Which, Who, Whom, dan Whose)
Who
Digunakan untuk orang yang berfungsi sebagai subjek.

1.The man who is running is my brother

Orang yang sedang berlari adalah saudara saya

2.My brothes who lives in Bandung is a police man

Saudara saya yang tinggal di Bandung adalah seorang polisi

3.The man who teaches the lesson patienly is a teacher

Orang yang mengajarkan pelajaran sabar adalah guru

  1. Do you know the people who live next door?

Kamu tahu orang yang tinggal di sebelah?

Whom
Digunakan untuk orang yang berfungsi sebagai objek

1.The students whom I met yesterday are coming to my house
Murid yang saya temui kemarin akan dating ke rumah saya

2.I never thought before that I would marry a woman whom I didn’t love
Saya tidak pernah menyangka saya akan menikah dengan perempuan yang tidak saya cinta

3.The boy whom we gave money yesterday is Amir

Anak laki-laki yang kami berikan uang kemarin adalah Amir
Which
Digunakan untuk benda

1.This is the book which I always read
Ini buku yang selalu saya baca

2.There is a program on TV tonignt which you might like
Nanti malam ada acara di TV yang mungkin kamu suka

3.Bali which has a lot of historical temples is Paradise Island

Bali yang memiliki banyak candi sejarah adalah Paradise Island

That
Digunakan untuk orang dan benda
1. The policeman that I talked to will retire next year
Polisi yang bebicara dengan saya akan pensiun tahun depan
2. This is the house that I will live in when I am old
Inilah rumah yang akan saya tinggali kalau saya sudah tua nanti

3.Borobudur that was bombed years ago is an historical temple
Borobudur yang dibom tahun lalu adalah sebuah kuil bersejarah
Whose
Digunakan untuk menunjukkan kepunyaan
1. The manager whose secretary is beautiful is married
Manajer yang sekertarisnya cantik sudah menikah
2. I saw a girl whose hair came down to her waist
Saya melihat seorang gadis yang rambutnya panjang sampai pinggang

  1. The man whose doughter we visited two days ago is Mr. Rudi

Putri pria yang kami mengunjungi dua hari yang lalu adalah Mr Rudi

http://www.e-sbmptn.com/2014/11/pengertian-relative-clause-dan-contohnya.html

Motivasi Pada Perilaku Konsumen

26 Jan

MAKALAH

MOTIVASI PADA PERILAKU KONSUMEN

DISUSUN OLEH :
ENFANRIANDI  (12212503)
3EA23

UNIVERSITAS GUNADARMA

Pengertian Motivasi

Motivasi adalah dorongan dalam diri individu yang memaksa mereka untuk bertindak, yang timbul sebagai akibat kebutuhan yang tidak terpenuhi. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan. Kebutuhan sendiri muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan (state of tension) antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan.

Seseorang memiliki banyak kebutuhan pada waktu tertentu. Beberapa kebutuhan bersifat biogenis; kebutuhan tersebut muncul dari tekanan biologis seperti lapar, haus, tidak nyaman. Kebutuhan yang lain bersifat psikogenis; kebutuhan itu muncul dari tekanan psikologis seperti kebutuhan akan pengakuan, penghargaan, atau rasa keanggotaan kelompok. Kebutuhan akan menjadi motif jika ia didorong hingga mencapai level intensitas yang memadai. Motif adalah kebutuhan cukup mampu mendorong seseorang bertindak dan mengambil keputusan

 Macam – macam motivasi :

  • Motivasi Positif , menyangkut kebutuhan (needs), keinginan (wants) atau hasrat

Contoh : diskon, hadiah, pelayanan optimum

  • Motivasi Negatif , misalnya : ketakutan (fears), dan keengganan (aversion)

Contoh : Standar pembelian dalam jangka/batas waktu tertentu

Keduanya mempunyai fungsi yang sama dalam mendorong dan mempertahankan prilaku manusia. Maka orang menyebut keduanya : needs, wants, dan desires.

Teori – teori tentang motivasi, antara lain :

1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)

Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; kebutuhan akan kasih sayang (love needs); kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

2.     Teori McClelland (Teori Kebutuhan Berprestasi)

Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat;  menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah.

3.     Teori Clyton Alderfer (Teori “ERG)

Teori Alderfer dikenal dengan akronim “ERG” . Akronim “ERG” dalam teori Alderfer merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu : E = Existence (kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness (kebutuhanuntuk berhubungan dengan pihak lain, dan G = Growth (kebutuhan akan pertumbuhan). Tampaknya pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh manusia. Artinya, karena menyadari keterbatasannya, seseorang dapat menyesuaikan diri pada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan antara lain memusatkan perhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya.

4.     Teori Herzberg (Teori Dua Faktor)

Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dalam diri seseorang, sedangkan yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan perilaku seseorang dalam kehidupan seseorang. Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam karier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor hygiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang diterapkan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku.

5.     Teori Keadilan

Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima.

 

sumber: https://ayukemala.wordpress.com/2012/12/14/motivasi-dalam-perilaku-konsumen/

Komunikasi Dan Perilaku Konsumen

26 Jan

MAKALAH

KOMUNIKASI DAN PERILAKU KONSUMEN

DISUSUN OLEH :
ENFANRIANDI  (12212503)
3EA23

UNIVERSITAS GUNADARMA

Pengertian Komunikasi

Kata komunikasi atau communication berasal dari kata Latin communis yang berarti ”sama”, communico, communicatio, atau communicare yang berarti “membuat sama” (to make common). Komunikasi merujuk pada suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesanyang dianut secara sama.

Komunikasi merupakan alat unik yang digunakan para pemasar untuk membujuk para konsumen agar bertindak menurut cara yang diinginkan. Komunikasi terdiri dari beberapa aspek diantaranya, dapat berbentuk verbal (baik tertulis maupun lisan), visual (ilustrasi, gambar, demontrasi produk, mimic muka) atau kombinasi keduanya. Komunikasi juga dapat merupakan simbol (harga yang tinggi, pengemasan yang bermutu tinggi, logo yang mengesankan) dan menyampaikan arti khusus yang ingin ditanamkan oleh pemasar.

KOMPONEN KOMUNIKASI
Terdapat lima unsur dasar dalam komunikasi, yaitu pengirim, penerima, medium, pesan, dan beberapa bentuk umpan balik (tanggapan penerima pesan).

1.Pengirim
Pengirim sebagai pemrakarsa komunikasi, dapat merupakan sumber formal maupun informal. Sumber komunikasi formal mungkin berupa organisasi untuk memperoleh laba (komersial) maupun nirlaba. Sumber informal mungkin orang tua, atau teman yang memberikan informasi atau nasihat mengenai produk.

2.Penerima
Penerima komunikasi pemasaran formal cenderung menjadi calon atau pelanggan yang dibidik (yaitu anggota audien yang dibidik oleh pemasar). Audien perantara dan yang tidak diharapkan juga mungkin menerima komunikasi para pemasar. Contoh, audien perantara adalah grosir, distributor, dan pedagang ritel, yang menerima iklan perdagangan pemasar yang dimaksudkan untuk membujuk mereka agar mau memesan dan mengadakan persediaan berang dagangan. Audien yang tidak diharapkan yaitu setiap orang yang terbuka terhadap pesan yang tidak ditargetkan khusus oleh pengirim.

3.Medium
Medium atau saluran komunikasi mungkin impersonal (misalnya, media massa) atau interpersonal (pembicaraan resmi antara tenaga penjual dan pelanggan atau pembicaraan informal antara dua orang atau lebih yang terjadi secara langsung baik melalui telepon, surat maupun online).

4.Pesan
Pesan dapat bersifat verbal (lisan atau tertulis), nonverbal (foto, ilustrasi, atau symbol), atau kombinasi keduanya. Pesan verbal biasanya dapat mencakup informasi produk atau jasa yang lebih spesifik daripada pesan nonverbal. Pesan verbal yang digabungkan dengan pesan nonverbal sering memberikan lebih banyak informasi kepada penerima daripada salah satu diantara keduanya.

5.Umpan Balik
Umpan balik merupakan komponen yang sangat diperlukan dalam komunikasi interpersonal dan impersonal. Umpan balik yang cepat waktunya memungkinkan pengirim untuk memperkuat, mengubah, atau memodifikasi pesan untuk menjamin agar dapat dimengerti sesuai dengan yang dimaksudkan.

PROSES KOMUNIKASI

1.Pemrakarsa Pesan (Sumber)
Sponsor atau pemrakarsa pesan harus memutuskan kepada siapa pesan harus dikirim dan apa yang harus disampaikannya, dan kemudian merumuskan pesan sedemikian rupa sehingga artinya ditafsirkan oleh audien yang dibidik persis seperti yang dimaksudkan. Sumber komunikasi impersonal biasanya adalah organisasi yang mengolah dan mengirimkan pesan yang tepat melalui departemen khusus atau juru bicara. Publisitas biasanya merupakan hasil usaha hubungan masyarakat dan cenderung dapat lebih dipercayai karena sumber atau maksud komersialnya tidak mudah diketahui.

2.Kredibilitas
Kredibilitas sumber mempengaruhi perumusan pesan. Kredibilitas sumber yang merupakan unsur penting dalam daya persuasif pesan sering didasarkan pada maksud yang diharapkan.

3.Kredibilitas Sumber Informal
Sumber informal atau sumber-sumber editorial dianggap dianggap sangat obyektif dan sangat kredibel. Kredibilitas yang meningkat yang diberikan oleh sumber informal tidak dapat dijamin sepenuhnya, walaupun ada aura obyektivitas yang dirasakan.

4.Kredibilitas Sumber Formal
Sumber-sumber formal yang dirasa netral mempunyai kredibilitas yang lebih besar daripada sumber-sumber komersial karena persepsi bahwa mereka lebih obyektif dalam menilai produk. Kredilitas sumber komersial lebih problematic dan biasanya didasarkan pada penilaian gabungan atau reputasi, keahlian, pengetahuan, saluran ritel, dan jurubicara perusahaan.

5.Kredibilitas Jurubicara dan Pendukung
Para konsumen kadang-kadang melihat jurubicara yang menyampaikan pesan produk sebagai sumber atau pemrakarsa pesan. Para peneliti telah mempelajari hubungan antara pengertian konsumen mengenai pesan dan bujukan, dan telah menemukan bahwa jika pengertian rendah, para penerima tergantung pada kredibilitas jurubicara dalam membentuk sikap terhadap produk, tetapi jika pengertian dan pengolahan informasi sistematis tinggi, keahlian sumber jauh lebih kecil pengaruhnya terhadap sikap penerima.

6.Kredilitas Pesan
Pengalaman sebelumnya yang diperoleh konsumen atas produk atau pedagang ritel tertentu berpengaruh besar terhadap kredibilitas pesan. Harapan terhadap produk yang terpenuhi cenderung meningkatkan kredibilitas pesan pada masa mendatang, sebaliknya produk yang mengecewakan cenderung mengurangi kredibilitas pesan pada waktu berikutnya.

7.Pengaruh Waktu Terhadap Kredibilitas Sumber
Pengaruh persuasive dari sumber-sumber yang berkredibilitas tinggi tidak selalu bertahan lama, walaupun lebih berpengaruh daripada sumber yang berkredibilitas rendah. Riset menunjukkan bahwa baik pengaruh kredibilitas yang positif maupun negatif cenderung lenyap setelah sekitar 6 minggu. Gejala seperti ini disebut efek penidur (sleeper effect).

AUDIEN (PENERIMA PESAN) YANG DIBIDIK
Para penerima pesan menafsirkan pesan yang mereka terima berdasarkan pengalaman dan karakteristik pribadi.

Pengertian
Tingkat ketepatan arti yang diperoleh dari pesan merupakan fungsi dari karakteristik pesan, kesempatan dan kemampuan penerima untuk mengolah pesan itu, dan motivasi penerima. Karakteristik pribadi seseorang mempengaruhi ketepatan dalam menafsirkan pesan.

Suasana Hati (Mood)
Suasana hati atau pengaruh perasaan memainkan peranan penting terhadap cara pesan yang diterima. Suasana hati konsumen mempengaruhi cara bagaimana sebuah iklan diterima, diingat, dan ditindaklanjuti.

Hambatan Komunikasi
Berbagai hambatan terhadap komunikasi dapat mempengaruhi ketepatan interpretasi pesan oleh konsumen. Hambatan ini meliputi:

Persepsi selektif, para konsumen cenderung mengabaikan iklan-iklan yang tidak mengandung kepentingan khusus atau tidak berkaitan dengan mereka.

Kegaduhan psikologis, misalnya pesan-pesan iklan yang bersaing, dapat mengganggu penerimaan suatu pesan.

UMPAN BALIK (TANGGAPAN PENERIMA PESAN)
Pengirim pesan penting untuk memperoleh umpan balik sesegera dan seakurat mungkin, karena melalui umpan balik pengirim dapat menentukan apakah dan seberapa baik pesan telah diterima.

Riset Keefektifan Iklan
Para pemasang iklan sering berusaha mengukur keefektifan pesan dengan menyelenggarakan riset audien untuk mengetahui media apa yang dibaca, program-program televisi apa yang ditonton dan iklan-iklan apa yang diingat. Riset keefektifan iklan, yang disebut copy testing, dapat dilakukan sebelum iklan benar-benar dimuat (pretesting) atau setelah terbit (posttesting).

MERANCANG KOMUNIKASI YANG PERSUASIF
Untuk menciptakan komunikasi yang persuasif, sponsor (individu maupun organisasi) lebih dahulu menentukan tujuan komunikasi, kemudian memilih audien yang tepat untuk pesan yang disampaikan dan media untuk mencapai mereka serta menyusun (encode) pesan dengan cara yang tepat untuk setiap medium dan setiap audien.

Strategi Komunikasi
Dalam menyusun strategi komunikasi terlebih dahulu harus menentukan tujuan komunikasi yang utama. Komponen strategi komunikasi yang penting adalah memilih audien yang tepat.

Strategi Media
Strategi media merupakan unsur penting dalam rencana komunikasi. Rencana ini diperlukan untuk penempatan iklan dalam berbagai media khusus yang dibaca, ditonton, atau didengar oleh berbagai pasar yang dipilih untuk dibidik. Pemilihan media tergantung pada produk, audien, dan tujuan kampanye iklan, strategi media dapat dilakukan melalui:

1.World Wide Web (melalui internet)

2.Penentuan target yang seksama

3.Pemasaran langsung

Strategi Pesan
Pesan merupakan pemikiran, gagasan, sikap, citra, atau informasi lain yang ingin disampaikan pengirim kepada audien yang diharapkan. Komponen dalam strategi pesan meliputi:

1.Retorika dan Persuasi Iklan, fokus utama riset retorika adalah menemukan cara yang paling fektif untuk menyatakan pesan dalam situasi tertentu. Penyampaian retorik paling efektif terhadap para konsumen yang tidak mempunyai motivasi. Resonansi iklan didefinisikan sebagai permainan kata yang dikombinasikan dengan gambar yang ada kaitannya.

2.Teori Keterlibatan, bahwa dalam situasi pembalian dengan keterlibatan yang tinggi orang mungkin lebih mencurahkan usaha kognitif yang aktif untuk menilai hal-hal yang disetujui maupun tidak atas produk tertentu. Dalam situasi keterlibatan yang rendah seseorang lebih cenderung memfokuskan pada isyarat-isyarat pesan yang bukan pokok.

3.Penyajian Pesan, diantara berbagai keputusan yang harus diambil oleh para pemasar dalam merancang pesan adalah keputusan apakah akan menggunakan susunan pesan yangpositif-negatif, pesan satu-sisi atau dua-sisi, iklan perbandingan, pengaruh urutan, atau pengulangan. Cara pesan yang disajikan mempengaruhi dampaknya. Sebagai contoh, pesan satu-sisi lebih efektif pada beberapa situasi dan audien, pesan dua-sisi lebih efektif pada situasi lain. Produk dengan keterlibatan yang tinggi (produk yang sangat berkaitan dengan segmen konsumen) paling baik diiklankan dengan cara yang pokok melalui persuasi, yang mendorong usaha kognitif aktif. Produk dengan keterlibatan yang rendah paling baik dipromosikan melalui berbagai isyarat tidak pokok, seperti latar belakang pemandangan, music, atau jurubicara selebritis.

4.Daya Tarik Iklan, daya tarik emosi yang sering digunakan dalam iklan meliputi rasa takut, humor, dan daya tarik seksual. Jika tema seksual berkaitan dengan produk, maka hal ini dapat menjadi sangat efektif dan jika digunakan hanya sebagai penarik perhatian, ingatan pada merk jarang tercapai. Partisipasi audien merupakan strategi komunikasi yang sangat efektif karena mendorong internalisasi pesan iklan. Riset lebih lanjut diperlukan untuk mengenali berbagai variabel produk, audien dan situasi yang menjadi perantara pengaruh urutan dan penyajian pesan dalam membujuk para konsumen untuk membeli.

kelebihan dan kekurangan dari setiap media yang digunakan untuk iklan

  1. koran

Koran adalah salah satu media tradisional yang banyak digunakan oleh bisnis. Bisnis besar maupun kecil mengiklankan bisnis mereka di sini.

Kelebihan

  • Memungkinkan Anda menjangkau sejumlah orang di wilayah geografis tertentu.
  • Anda memiliki fleksibilitas dalam menentukan cerita yang ingin Anda komunikasikan.
  • Paparan iklan tidak terbatas, pembaca dapat kembali ke pesan Anda lagi dan lagi jika diinginkan.
  • Bantuan grafis dalam menciptakan dan memproduksi salinan iklan biasanya tersedia.
  • Iklan membantu mencerminkan perubahan pasar. Iklan yang diputuskan untuk dijalankan hari ini dapat berada di tangan pelanggan Anda dalam waktu satu atau dua hari.

Kekurangan

  • Spaceiklan bisa mahal.
  • Iklan Anda harus bersaing melawan kekacuan pengiklan lain, termasuk iklan besar yang dijalankan supermarket dandepartment store serta iklan pesaing.
  • Re-produksi foto yang kurang membatasi kreativitas Anda.
  • Koran adalah media yang berorientasi pada harga, kebanyakan iklan untuk penjualan.
  • Koran biasanya dibaca sekali dan kemudian dibuang.
  • Koran adalah media yang sangat terlihat sehingga pesaing Anda dapat dengan cepat bereaksi.
  • Dengan meningkatnya popularitas internet, koran menghadapi penurunan pembaca dan penetrasi pasar. Semakin banyak pembaca sekarang yang beralih dari versi cetak ke versionline.
  1. majalah

Majalah lebih fokus. Meskipun harga lebih mahal, majalah merupakan alternatif bagi iklan surat kabar. Media ini memungkinkan Anda untuk menjangkau audience yang sangat bertarget.

Kelebihan

  • Memungkinkan penargetan pembaca yang lebih baik, karena Anda dapat memiliki publikasi majalah yang melayaniaudience yang spesifik atau editorial yang mengkhususkan diri dalam topik yang menarik bagi audience Anda.
  • Keterlibatan pembaca tinggi. Itu artinya lebih banyak perhatian kepada iklan Anda.
  • Kualitas kertas lebih baik. Hal ini memungkinkan re-produksi warna yang lebih baik dan iklan lebih berwarna.

Kekurangan

  • Waktu panjang berarti bahwa Anda harus memastikan rencana beberapa minggu atau bulan sebelumnya.
  • Lead timeyang lebih lambat mempertegas risiko iklan Anda dapat disalip oleh kejadian/peristiwa.
  • Ada kebebasan yang terbatas dalam hal penempatan iklan dan format.
  • Biayaspace dan tata letak iklan lebih mahal.
  1. Radio

Kelebihan

  • Radio merupakan media semesta, karena bisa dinikmati di mana saja – di rumah, tempat kerja, bahkan di dalam mobil.
  • Format acara yang luas menawarkan efisiensi dana periklanan Anda untuk segmen yang dirumuskan secara sempit konsumen yang laing mungkin untuk menanggapi tawaran Anda.
  • Memberikan kepribadian bisnis melalui terciptanya promosi yang menggunakan bunyi dan suara.
  • Pertolongan kreatif sering tersedia.
  • Tarif secara umum dapat dinegosiasikan.
  • Kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini, tarif iklan radio kenaikannya tidak terlalu signifikan dibanding media lain.

Kekurangan

  • Karena pendengar radio tersebar di banyak stasiun, Anda mungkin harus beriklan secara bersamaan di stasiun berbeda untuk menjangkau target pemirsa.
  • Pendengar tidak bisa kembali ke poin penting iklan Anda.
  • Iklan merupakan gangguan dalam hiburan. Oleh karena itu, beriklan di radio memerlukan beberapa pemaparan untuk memastikan para pendengarnya “tune-out” dan memastikan retensi pesan.
  • Radio adalah media latar belakang. Kebanyakan pendengarnya mendengarkan sambil melakukan sesuatu. Itu artinya iklan Anda harus bekerja keras untuk mendapatkan perhatian mereka.
  1. televisi

Kelebihan

  • Televisi memungkinkan Anda untuk menjangkau banyak orang pada tingkat nasional atau regional dalam waktu singkat.
  • Stasiun televisi independen dan kabel menawarkan peluang baru untuk menentukan penonton lokal.
  • Televisi menjadi media yang menggunakan gambar dan suara. Ia menawarkan kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan penglihatan, suara, dan gerak.

Kelemahan

  • Pesan bersifat sementara, dan mungkin memerlukan beberapa eksposur agar iklan naik di atas keruwetan.
  • Iklan terbatas, kebanyakan iklan hanya tiga puluh detik atau kurang. Hal itu membatasi informasi yang ingin Anda sampaikan.
  • Relatif lebih mahal dalam hal biaya kreatif, produksi danairtime.
  1. Internet

Internet telah berkembang menjadi media yang menghubungkan hubungan sosial. Media sosial telah mengalami pertumbuhan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir.

Kelebihan

  • Media sosial dapat membangun hubungan pelanggan dan menawarkan jangkauan yang luar biasa.
  • Menawarkan jangkauan yang luas dengan potensiviral marketing.
  • Trafficyang dihasilkan bisa sangat ditargetkan
  • Alat media sosial relatif murah.

Kekurangan

  • Penargetan sangat rendah karena keragaman dan luasnya khalayak sehingga ROI rendah akibat pengunjung yang tidak terkonversi.
  • Pengunjung menggunakan media sosial untuk bersosialisasi dan tidak tertarik dengan iklan.
  • Trafficumumnya dalam tahap belajar dari proses pembelian. Oleh karena itu jauh lebih penting untuk menginformasikan dan mengajarkan dibanding menjualnya langsung.
  • Media sosial dapat menjadi alatbranding yang sulit bagi bisnis kecil, dan tidaklah mudah membangun awareness. Untuk itu buatlah semenarik mungkin agar menghasilkan traffic.
  1. Direct mail

Direct mail sering disebut pemasaran langsung. Pemasaran langsung adalah teknik pemasaran di mana penjual mengirimkan pesan pemasaran langsung ke pembeli. Direct mail meliputi katalog atau literatur produk lainnya dengan peluang memesan, surat penjualan, dan surat penjualan dengan brosur.

Kelebihan

  • Pesan iklan ditargetkan untuk mereka yang paling mungkin membeli produk atau jasa Anda.
  • Pesan pemasaran dapat dipersonalisasi sehingga membantu meningkatkan respons positif.
  • Efektivitas kampanye dapat dengan mudah diukur.
  • Anda memiliki kontrol penuh atas penyajian pesan iklan.
  • Kampanye iklan tersembunyi dari pesaing sehingga mereka terlambat untuk bereaksi.
  • Keterlibatan aktif dapat diperoleh dari pasar sasaran.

Kekurangan

  • Beberapa orang tidak menyukai tawaran dalam bentuk surat. Terkadang mereka membuangnya tanpa membuka terlebih dahulu.
  • Sumber daya perlu dialokasikan untuk pemeliharaan daftar. Keberhasilan kampanye semaca ini tergantung pada kualitas milis.
  • Memproduksi bahandirect mail memerlukan biaya lebih karena harus menggunakan tenaga ahli –copywriter, seniman, fotografer, printer, dll.
  • Iklan ini bisa mahal, tergantung pada target pasar, kualitas daftar dan ukuran kampanye Anda.
  1. Direct marketing
    Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat interaktif, yang memanfaatkan satu atau beberapa media iklan untuk menimbulkan respon yang terukur dan atau transaksi di sembarang lokasi. Dalam direct marketing, komunikasi promosi ditujukan langsung kepada konsumen individual, dengan tujuan agar pesan-pesan tersebut ditanggapi konsumen yang bersangkutan, baik melalui telepon, pos atau dengan datang langsung ke tempat konsumen.

Kelebihan

  • Dengan Direct Marketing diharapkan suatu produk/jasa dapat menjangkau target pasarnya
  • Biaya yang dikeluarkan jauh lebih efektif mengingat penjualan yang dilakukan adalah                                          penjualan yang berulang (repeat sales) dengan target pasar yang cukup jelas
  • Direct marketing dapat dilakukan melalui berbagai jenis bentuk media
  • Dengan Direct Marketing akan mudah dihitung respon yang muncul dari kegiatan marketing disamping dapat mempermudah pembuatan anggaran promosi
  • Dengan direct media, feedback dapat diperoleh langsung dari konsumen
  • Dengan Direct Marketing, kegiatan riset harga, promosi, dan penentuan waktu dapat dengan mudah dilakukan
  • Dengan menggunakan direct media pesan yang disampaikan dapat dikustomisasi untuk konsumen yang dituju
  • Database konsumen dapat dengan mudah dibentuk dalam Direct Marketing sehingga dapat diraih penjualan yang berulang dari satu pelanggan
  • Kesempatan untuk membentuk hubungan jangka panjang dengan konsumen dapat dilakukan melalui database konsumen yang sudah ada
  • Database konsumen dapat digunakan untuk membuat profil konsumen, membagi konsumen dalam berbagai segment, mengumpulkan informasi tentang suatu produk/jasa dan bahkan mencari alasan seseorang membeli produk/jasa atau tidak

Kekurangan

  • Direct Marketing yang dilakukan lewat pengiriman surat misalnya, konsumen yang ditelepon setiap saat ataupun penawaran lewat sales dapat menimbulkan citra negatif dimata konsumen terutama saat konsumen membutuhkan privacy atau tidak mau diganggu
  • Tingkat ketepatan daftar yang digunakan untuk menunjuk target market yang dituju terkadang terlalu rendah, karena daftar yang digunakan tidak sesuai dengan target market yang disasar oleh perusahaan
  • Untuk melaksanakan Direct Marketing diperlukan fasilitas dan sarana yang cukup memadai misalnya fasilitas telepon on-line, SDM yang handal dan menguasai informasi suatu produk/jasa dimana perusahaan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyediakan fasilitas tersebut
  • Semakin lama harga-harga untuk iklan yang menggunakan media direct mail makin mahal, sehingga banyak yang beralih menggunakan media internet

SUMBER: http://alfi-alfiansyah.blogspot.com/2013/12/komunikasi-dan-perilaku-konsumen_8137.html

MENGUKUR PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PRODUK

26 Jan

MAKALAH

MENGUKUR PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PRODUK

DISUSUN OLEH :
ENFANRIANDI  (12212503)
3EA23

UNIVERSITAS GUNADARMA

A. Definisi Perilaku Konsumen

        Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang

Masing – masing konsumen merupakan pribadi yang unik . Konsumen yang satu dengan yang lainya mempunyai kebutuhan yang berbeda dan perilaku yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan nya . Namun , dalam perbedaan – perbedaan yang unik itu ada suatu persamaan , yaitu setiap konsumen berusaha untuk memaksimalkan kepuasaanya dalam mengonsumsi suatu barang. Teori perilaku konsumen dapat menjelaskan bagaimana cara seorang konsumen memilih suatu produk yang diyakinin dapat memberi kepuasaan maksimum denga dibatasi oleh pendapatan dan harga barang. Konsep dasar perilaku konsumen menyatakan pada umunya selalu mencapai itulitas yang maksimal dari pemakai benda yang dikonsumsinya . Utilitas adalah derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang atau dengan kata lain kepuasan yang diterima dari pengguna atau pengonsumsi barang dan jasa tersebut . Ada 2 macam pendekatan didalam teori perilaku konsumen yaitu Pendekatan Kardinal dan Pendekatan Ordinal .

B. Pendekata Perilaku Konsumen

  • Pendekatan Kardinal

disebut juga dengan pendekatan marginal itulity .Pendekatan kardinal dalam analisis konsumen didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari konsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan tertentu seperti uang , jumlah atau buah . Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi , semakin besar pula tingkat kepuasaan konsumen . Konsumen yang relasional akan berusaha memaksimumkan kepuasaanya dengan pendapatan yang lebih .Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumi

  • Pendekatan Ordinal

Disamping pendekatan kardinal , dalam hal konsumsi kita juga mengenal pendekatan ordinal . Pendekatan Ordinal digunakan karena pendekatan kardinal memiliki beberapa kelemahan , antara lain karena pendekatan kardinal bersifat subjektif dalam penentuan nilai guna total dan nilai guna marjinal , sebagian besar ekonomi saat ini menolak pendekatan kardinal yang hanya membahas konsumsi barang-barang sederhana seperti es krim / kopi . Mereka memperkenalkan pendekatak ordinal yang lebih memberi penekanan bahwa ” barang A lebih saya sukai daripada barang si B” . Pendekatan ordinal membuat peringkat atau urutan-urutan kombinasi barang yang dikonsumsi .

  • Persamaan Kardinal dan Ordinal:

Persamaan kardinal dan ordinal yaitu sama-sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility)

  • Perbedaan kardinal dan Odinal :

Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa besarnya utiliti dapat dinyatakan dalam angka atau bilangan.. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan.dalam bilangan atau angka. Analisis kardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama .

sumber: http://ronnyalexanderduym.blogspot.com/2013/05/prilaku-konsumen_5.html

Politik Dan Strategi Nasional

4 Jul

BAB I
PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang Masalah
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berkedaulatan dan merdeka dimana bangsa yang merdeka tentunya akan mengatur urusan dalam negerinya sendiri tanpa ada campur tangan lagi dari negera luar dalam urusan pemerintahan . Sejak peristiwa proklamasi di tahun 1945, terjadi perubahan yang sangat mendasar dari negara Indonesia , terutama yang berkaitan dengan kedaulatan dan sistem pemerintahan dan politik . Pada awal masa kemerdekaan , kondisi politik Indonesia belum sepenuhnya baik . Kondisi indonesia masih belum tertata dengan baik dan belum stabil . Tetapi , setelah beberapa tahun berjalan kondisi internal Indonesia sudah mulai teratur dan membaik . Selangkah demi selangkah Indonesia mulai membenahi dan mengatur sistem pemerintahannya sendiri .
Di zaman sekarang yaitu zaman yang serba modern dengan mulai lunturnya rasa nasionalisme banyak pemuda Indonesia yang tidak mengerti akan makna politik bebas aktif yang digunakan oleh Indonesia, dan tidak sedikit di antara mereka yang salah mengartikan makna politik bebas aktif tersebut . Oleh karena itu , kiranya kita perlu untuk membahas tentang politik dan strategi bangsa Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian politik , Negara , kekuasaan , pengambil keputusan , kebijakan umum , dan distribusi kekuasaan itu?
2. Apakah pengertian strategi , dan strategi nasional?
3. Apakah dasar pemikiran penyusunan politik strategi nasional (Polstranas)?

1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari dilakukannya penulisan makalah ini selain sebagai tugas softskill pendidikan kewarganegaraan Diploma Tiga (D3) , Fakultas Ilmu Komputer Universitas Gunadarma Kalimalang Bekasi , Jurusan Management Informatika .
1 . Untuk mengetahui pengertian politik , Negara , kekuasaan , pengambil keputusan , kebijakan umum , dan distribusi kekuasaan .
2 . Untuk mengetahui pengertian strategi , dan strategi nasional .
3 . Untuk mengetahui dasar pemikiran penyusunan politik strategi nasional (Polstranas) .

BAB II
PEMBAHASAN

2 . 1 Pengertian Politik Dan Strategi Nasional
Kata “Politik” secara ilmu etimologis berasal dari bahasa Yunani Politeia, yang asal katanya adalah polis berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, dan teia berarti urusan . Dalam bahasa Indonesia , politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa . Politik merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki . Politics dan policy mempunyai hubungan yang erat dan timbal balik . Politics memberikan asas, jalan, arah, dan medannya , sedangkan policy memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas, jalan, dan arah tersebut sebaik-baiknya . Dapat disimpulkan bahwa politik adalah bermacam-macam kegiatan yang menyangkut proses penentuan tujuan-tujuan dari sistem negara dan upaya-upaya dalam mewujudkan tujuan itu , pengambilan keputusan (decisionmaking) mengenai seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah ditentukan . Untuk melaksanakan tujuan itu diperlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau alokasi dari sumber-sumber yang ada .
Politik secara umum adalah mengenai proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya . Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan , pembagian , atau alokasi sumber-sumber yang ada. Dengan begitu , politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan, pengambilan keputusan , kebijakan umum(policy), dan distribusi kekuasaan .

a. Negara
Negara merupakan suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang ditaati oleh rakyatnya.
b. Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginannya.
c. Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah aspek utama politik. Jadi, politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum . Keputusan yang diambil menyangkut sector public dari suatu Negara .
d. Kebijakan Umum
Kebijakan ( policy ) merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang atau kelompok politik dalam memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu . Dasar pemikirannya adalah bahwa masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai secara bersama pula , sehingga perlu ada rencana yang mengikat yang dirumuskan dalan kebijakan – kebijakan oleh pihak yang berwenang .
e. Distribusi
Yang dimaksud dengan distribusi ialah pembagian dan pengalokasian nilai – nilai ( values ) dalam masyarakat . Nilai adalah sesuatu yang diinginkan dan penting .

2 . 2 Pengertian Strategi dan Strategi Nasional
Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan . Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan . Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik . Dalam pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapat-kan kemenangan atau pencapaian tujuan . Dengan demikian , strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang militer, tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan.
Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional . Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional . Sedangkan strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional .

2. 3 Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional . Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945 . sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik” . Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, MA . Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”, yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group), dan kelompok penekan (pressure group) . Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang . Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR . Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN .Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan petunjuk presiden, yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan . Salah satu wujud pengapilikasian politik dan strategi nasional dalam pemerintahan adalah sebagai berikut :
Otonomi Daerah
Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan salah satu wujud politik dan strategi nasional secara teoritis telah memberikan dua bentuk otonomi kepada dua daerah, yaitu otonomi terbatas bagi daerah propinsi dan otonomi luas bagi daerah Kabupaten/Kota. Perbedaan Undang-undang yang lama dan yang baru ialah:

1. Undang-undang yang lama, titik pandang kewenangannya dimulai dari pusat (central government looking).
2. Undang-undang yang baru, titik pandang kewenangannya dimulai dari daerah (local government looking).
Kewenangan Daerah
1. Dengan berlakunya UU No. 22 tahun 1999tenang Otonomi Daerah, kewenagan daerah mencakup seluruh kewenangan bidang pemerintahan, kecuali kewenangan dalam bidang politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiskal, agama, serta kewenangan bidang lain.
2. Kewenagnan bidang lain, meliputi kebijakan tentang perencanaan nasional dan pengendalian pembangunan secara makro.
3. Bentuk dan susunan pemerintahan daerah,

a. DPRD sebagai badan legislatif daerah dan pemerintah daerah sebagai eksekutif daerah dibentuk di daerah.
b. DPRD sebagai lwmbaga perwakilan rakyat di daerah merupakan wahana untuk melaksanakan demokrasi
1). Memilih Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota.
2). Memilih anggota Majelis Permusawartan Prakyat dari urusan Daerah.
3). Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Gubernur/ Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota.
4. Membentuk peraturan daerah bersama gubernur, Bupati atas Wali Kota.
5. Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersama gubernur, Bupati, Walikota.
6. Mengawasi pelaksanaan keputusan Gubernur, Bupati, dan Walikota, pelaksanaan APBD, kebijakan daerah, pelaksanaan kerja sama internasional di daerah, dan menampung serta menindak-lanjuti aspirasi daerah dan masyarakat.

BAB III
PENUTUP

3 . 1 Kesimpulan
Sebagai masyarakat bangsa Indonesia yang telah mempelajari dan memahami kita dapat menarik kesimpulan bahwa politik dan strategi nasional Indonesia dapat dilaksanakan di segala bidang . Hal itu dilakukan untuk memajukan seluruh aspek kehidupan di Indonesia . Kemudian , Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tahun 1999-2004 yang ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat 1999 harus menjadi acuan penyelenggaraan negara bagi lembaga-lembaga tinggi negara dan segenap rakyat Indonesia . Selain itu pelaksanaan politik dan strategi nasional di Indonesia di tentukan oleh tujuh unsur pokok yang telah kita bahas sebelumnya .

Sumber : http://pancasilazone.blogspot.com/2012/05/politik-dan-strategi-nasional.html

Biografi Diri

9 Jun

Nama saya Enfanriandi biasa dipanggil Enfan / Rian. Saya lahir di Jakarta pada 30 Agustus 1994. Saya anak kedua dari 2 bersaudara. Kakak perempuan saya saat ini sudah bekerja di salah satu PT perakitan panel di Bekasi. Saat ini saya kuliah di Universitas Gunadarma di jurusan Manajemen Ekonomi.

Saya memulai pendidikan dari salah satu TK di bekasi, lalu lanjut ke SD dan SMP Strada Budi Luhur dari tahun 2000 – 2009, SMA Marsudirini dari tahun 2009 – 2012 dan sekarang di Universitas Gunadarma. Saya memiliki hobi mendukung salah 1 idola indonesia yang bernama JKT48.

Impian saya adalah dapat menjadi pengusaha yang sukses. Harapan saya kedepan agar kuliah saya berjalan dengan lancar dan dapat membahagiakan kedua orang tua saya. Sekian dan terimakasih.